Galau? Awalnya tidak. Tapi ketika obrolan ini terjadi di suatu malam, aku pun mulai T^T
Mom : Nin, gimana skripsi?
Daughter : Masih perbaikan Bab 1-3
Mom : Cepetlah dikerjain
Daughter : Iyo ma, tapi masih banyak koreksi dari dospem
Mom : Bilang ke dosennya Nine mau lulus semester ini, sudah?
Daughter : ( hening dan banjir dalam cahaya lampu yang padam )
dan obrolan berakhir.
"Skripsi itu urusan Allah", itu kata seniorku. Ya benar, apapun itu semua urusan Allah. Kalau menurut visualisasi ku ibaratnya Allah, dunia dan manusia itu seperti seorang anak yang sedang memainkan permainan orang-orangan kecil dan kota kecil. Anak itu yang menggerakan mainan dan kota kecilnya. Seperti itu lah Allah yang menggerakkan manusia dan duniaNya. Wallahu a'lam.
Memperbaiki revisian secepat mungkin agar bisa mengejar target waktu, sudah dilakukan. Menghubungi dosen sesering mungkin untuk buat janji agar bisa konsultasi, mungkin sudah dilakukan. Baca buku panduan penulisan berkali-kali biar paham, biar saat menulis tidak salah, mungkin sudah dilakukan. Tapi apa yang bisa diperbuat? Jika do'a tak dihadirkan sebanyak-banyaknya, ibadah justru terbengkalai karena urusan skripsi. Maka, proses pembuatan proposal pun lama rasanya. Usaha keras yang sudah dilakukan bisa jadi tidak membuahkan hasil.
"Berarti Nine kurang kencang do'anyo", kata uni. "Kan Allah yang menggerakkan dosen tuh". "Ya.. ya.. ya... renungkan kembali", bisik hati. "Terkadang dosen itu juga sesuai mood, kalau lagi rajin koreksinya bakal detil. Kalau lagi sibuk, koreksiannya sedikit. Jadi berdo'a supaya hati dosen digerakan untuk melancarkan urusan skripsinya".
Biidznillah untuk semester ini, segera sempro. Aamiin. Yakin, ada rencana baikNya.
No comments:
Post a Comment