Saturday, 13 December 2014

Bogasari Expo 2014

Rindu event-event berbau dunia memasak, akhirnya dapat juga info event bagus. Untuk akhir pekan ini tanggal 12 - 14 Desember 2014 ada event Bogasari Expo di Balai Kartini, ane sudah jadwalin harus datang ke event ini. Akhirnya alhamdulillah jadi juga ane hadir di hari kedua event ini.

Kenapa akhirnya jadi juga datang? Awalnya ane ngajakin beberapa teman sekelas untuk datang bareng ke event ini. Tapi satu persatu mereka yang awalnya antusias untuk ikut malah tidak jadi pergi T^T . Hal itu membuat ane hampir tidak jadi mau datang, nggak ada teman sob~. Kenapa? Karena tempat eventnya, ane nggak tau dimana itu Balai Kartini jadi takut nyasar nantinya dan kalau ada teman.. kalau pun nanti nyasar, nyasarnya ada temannya :3. Betul lah kalau dibilang " Kalau sudah niat, apapun pasti bisa ditaklukan ". 
Berpikir....berpikir.... ane pingin banget nih datang ke event ini, ajak siapa ya??? Binggo! Akhirnya ane coba ajak mama dan finally ada teman juga~.

Tanya tanya petugas transjakarta, akhirnya tau juga dimana itu Balai Kartini. OK, itu artinya ane sudah tiba di area event yak.

Mari masuk ke dalam, ada apa saja di Bogasari Expo 2014? 
banyak yang bagus sob, apalagi karena semester ini ada mata kuliah dekorasi kue maka event ini berhubungan dengan mata kuliah tersebut lah menurut ane. Ada jual majalah-majalah dekorasi kue yang bagus, tapi ane bingung mau beli karena isinya belum pas kena di hati alias belum ada yang sesuai yang dicari. 
Mmmm... namanya rezeki mungkin ya. Lagi liat-liat booth majalah juga, terus nanya-nanya dikit tentang majalah mereka terus nyambung ke pertanyaan ada lowongan untuk magang nggak di tempat mereka eh... malah diajak gabung dengan komunitas mereka, katanya nanti kalau ada acara bisa jadi ane diundang. Semoga saja bermanfaat gabung dengan komunitasnya, setelah gabung eh...disuruh milih salah satu majalah mereka, terus dikasih ke ane gratis. Lagi-lagi mungkin namanya rezeki anak boga, majalah mereka ada yang isinya sesuai dengan yang ane cari yaitu tentang cokelat, emang rezeki ini eheh langsung ane pilih majalah tersebut. Terakhir sebelum pergi dari booth mereka, eh didoain biar kuliahnya sukses, amiin ya rabb!

Rindu datang ke event seperti ini tuh, sebenarnya rindu lihat demo masak dari chef-chef handal. Kebetulan hari kedua event ini ada chef Vindex yang akan demo masak. Sebelum acara demo masak ane sudah ngetagin tempat duduk sob biar bisa lihat dekat. 
Waktu demo masak yang ditunggu akhirnya dimulai.... Wah, keren - fokus ke pakaian chefnya - Ada kalimat seperti ini : " Semua orang bisa memasak, tapi ketika pakaian chef itu kau pakai maka terlihat jika kau seorang profesional ", yup! Pakaian itu membuat anda terlihat keren dimata saya chef ^^. 

Selama demo masak berlangsung entah kenapa ane merasa bosan. Mungkin begini, menurut pelajaran bagaimana menjadi seorang pendemo masak yang ane dapat di perkuliahan, seorang pendemo masak harus pandai berinteraksi dengan penonton dan mampu menyesuaikan dirinya dengan penonton. Yang ane tahu chef Vindex ini seorang chef yang fokus kerja di balik layar awalnya mungkin karena itu gaya demo masak  beliau menurut ane formal, jadi kurang membangun suasana. Analisis kedua ane, beliau saat mendemokan masak banyak menggunakan istilah bahasa asing boga sedangkan penonton kebanyakan ibu-ibu yang awam akan istilah itu jadi respon dari penonton kurang. Itu hanya sekedar analisis ane, ane pun kalau disuruh jadi pendemo masak masih kurang juga. Tapi ini adalah bekal pelajaran untuk jadi seorang pendemo masak nantinya.

Tadaa! masakan chef vindex selesai, saatnya icip-icip masakan beliau. Tapi hasil hidangan beliau jumlahnya terbatas sehingga diambil keputusan siapa yang mau nyicip masakan beliau, penonton harus menjawab pertanyaan. Lagi-lagi kalau sudah niat, apapun bisa ditaklukkan. Karena dari awal ane pingin nyicip masakan beliau jadi ane memberanikan diri untuk berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan, ane coba taklukkan rasa takut - ane takut banget kalau nanti terpilih terus disuruh maju kepanggung, karena kalau sudah tampil di depan ane selalu gemetar - .
Jeng jeng hal yang ane khawatirkan ternyata terjadi, ane menjadi salah seorang yang beruntung disuruh maju ke panggung -,-. Beruntung ane bisa nyicip masakan chef Vindex dan beruntung dikasih kesempatan olahraga jantung alias grogi ( tak apa nin, untuk menghilangkan grogi caranya kamu harus ngerasain grogi dulu ya ^^ ).

Demo masak selesai. Yuk, jalan-jalan ke booth lagi. 
Keliling mencari makanan di booth UKM. Lirik sana sini, ternyata rezeki datang ke booth UKM yang menjual Cakwe. Ini kali pertama ane nyicipin Cakwe. Jajanan yang berasal dari makanan orang Cina ini lucu terutama dari rasa dan teksturnya. Jajanan ini memiliki rasa gurih kemudian untuk teksturnya kenyal, dan kenyalnya lucu menurut ane. Baru pertama kalinya ane ngerasain tekstur kenyal seperti Cakwe makanya ane bilang jajanan ini lucu. Untuk menambah rasa sedap dalam menyantap Cakwe, jajanan ini dihidangan dengan sambal asam nanas. 
( Ngomong-ngomong tentang Cakwe, sewaktu sekolah dulu ane pingin nyicip jajanan ini. Ternyata kesampaian sekarang. Kalau dipikir-pikir, ini keinginan kecil dikabulkanNya, terharu :'D ).

" Fabiayyi ala i robbikuma tukadziban

Ok, jajanan Cakwe menjadi penutup kunjungan kali ini. See ya nex time!







Monday, 24 November 2014

Makassar sambut beta ^^ ( 5 )

It is the last  story about our wisata kuliner in  Makassar.
Ini wiskul terakhir kami untuk saat ini ^^. Kali ini hari Senin, saatnya untuk pulang ke Jakarta. Sebelum pulang kita diajak jajan kuliner Makassar lagi. Pagi ini kami diajak jajan Es Pisang Ijo Makassar, Jalang Kote dan Kroketnya Makassar.

Es Pisang Ijo di Jakarta sudah lumayan banyak yang jual, tapi kalau beli di daerah asalnya pasti ciri khasnya ada. Pisang Ijo Makassar ini porsi yang dijual lebih banyak dan Pisang Ijonya sepertinya pisang yang mengkal, sedangkan kalau di Jakarta biasanya pisang yang digunakan pisang manis kan? Kemudian tekstur pisangnya juka mengkal bukan tekstur pisang matang.
Es Pisang Ijo Makassar



Di rumah makan yang sama kami juga jajan kue trasisional Makassar yaitu Jalan Kote. Hidangan ini bentuknya seperti Pastel, yang membedakan Jalang Kote dengan Patel yaitu dari bahan isiannya. Isi dari Jalang Kote ini dominan dengan Toge, Kentang dan Wortel kemudian ditambahkan daging dan telur rebus. Jalang Kote dilengkapi dengan kuah sambal yang rasanya asam untuk menyantapnya.

Jalang kote

 
Jalang Kote yang dibelah

Kue lainnya yang kami cicipi yaitu Kroket Makassar, untuk menyantap Kroket ini juga disantap dengan kuah sambal cuka, sama seperti Jalang Kote tadi.

Padahal jajanan yang dibeli tidak banyak, tapi perut ane sudah kenyang gara-gara sebelumnya sudah sarapan di hotel -_-. Yeay, wisata kuliner selesai dan sebentar lagi jam 12:00 WITA saatnya ane dan teman-temn balik ke Jakarta. Sebelum ke bandara Sulatan Hasanuddin, kita diajak belanja ke toko oleh-oleh khas Makassar.

Belanja oleh-oleh selesai dan waktunya terbang menuju Jakarta. See you next time Makassar (^v^)/.
Alhamdulillah, di pesawat ane dapat tempat duduk di dekat jendela jadi sepanjang penerbangan ane bisa melihat pemandangan di luar. Masyaallah bagus banget pemandangan di sekitar Makassar sampai ke Indonesia bagian tengah. Langitnya saat itu cerah banget, biru dan putih bersih. Kemudian ketika ane melihat ke bawah, tampak laut yang biru dan ada pulau-pulau kecil, cantik banget pemandangannya ^^. Benar-benar luar biasa ciptaan Allah. Sejak saat itu, ane jadi suka melihat gambar pemandangan langit cerah yang biru. Tapi begitu sampai di atas Jakarta, langitnya berkabut sehingga pemandangan yang terlihat hanya kabut hitam :(, mungkin ini karena efek polusi udara.

 " Maka nikmat tuhan yang manakah yang kau dustakan? ".

Langit ^^
Langit ciptaanNya

Friday, 7 November 2014

Makassar sambut beta ( 4 )

Minggu pagi, 19 Oktober 2014. Siap bertempur di ruang " sauna " atau hot dapur eheheh.

Tugas kami berlima dimulai. Bolak-balik, mondar-mandir, maju-mundur maju-mundur cantik~ ( tepok jidat woy -,-"  ).

Bolak-balik... | bolak-balik makanan yang dimasak, bolak-balik ngambil bahan yang mau diolah.
Mondar-mandir... | mondar-mandir ngambilin kulit tortilla, mondar-mandir ngambilin tray, mondar-mandir nyari cara biar bisa kerja cepat dan efisien.
Maju-mundur maju-mundur cantik~ | ini skip aja lah sob -,-.

Dari pagi hingga sore ane saat itu habis untuk event. Di event ini ane bertemu Masterchef Indonesia Brian dan Masterchef Junior Indonesia Lia.

Wow, dunia berasa sempit sob! Karena ikut bergabung di event ini, ane bisa kenal dan bertemu dengan om teman kuliah ane. Nah, om ini yang duluan nanyain ane tentang keponakannya.
" Kalian dari UNJ? | Iya om. | Keponakan saya juga kuliah di UNJ, dia tata busana. | Masa om? | Iya, dia hijaber juga. | *ekspresi bingung. | Namanya Dara | Lengkapnya om? | Ferista Dara. " Gile sob! ane berhubungan dengan orang luar yang baru dikenal tapi ternyata gara-gara keponakannya si om teman ane, kita langsung bisa dekat aja sama beliau. Kayak orang yang sebelumnya udah saling kenal aja :D.

Selesai sudah eventnya di sore hari ( tapi berasa masih siang aja sob, karena mataharinya masih bersinar terik ). Terkahir, waktunya untuk beres-beres. Semua barang sudah beres, eh si tante ( istrinya pimpinan EO ) nawarin kita untuk jalan-jalan nanti malam. Ditawarin tiba-tiba begitu, kita berlima bingung mau kemana. " Kemana aja deh tante, yang penting bisa update status. " celetuk teman ane. Huehue :3 dasar anak muda ye... :D.Ok, barang sudah rapih berangkat kembali ke hotel.
 
Malam tiba, saatnya makan malam ( ehehe wisata kuliner lagi sob ). 
Malam ini kami diajak ke daerah sekitar Pantai Losari. Pantai Losari ini merupakan salah satu objek wisata di Makassar. Di sekitar sini kami diajak kulineran nyobain makanan khas Makassar lainnya, yaitu Mie Titi. Sepanjang perjalanan menuju rumah makan Mie Titi, ane mendapatkan sedikit informasi terkait rumah makan di Makassar. Rumah makan di sini tidak semuanya menjual menu Halal. Oleh karena itu rumah makan di sini memiliki penanda khusus untuk pengunjungnya. Jika di palang nama rumah makan ada tulisan Umum maka rumah makan ini aman bagi umat muslim, alias rumah makan ini menjual menu halal. Sebaliknya jika tertulis khusus maka rumah makan ini tidak bisa dikunjungi umat muslim.

Mie Titi Makassar
What are you thinking after see the picture guys? Let me know what are you thinking for a moment ^^.
Mie Titi ini menurut ane merupakan hidangan yang unik sob. Mie Titi ini adalah hidangan mie yang digoreng sampai kering seperti mie gemes jajanan waktu SD dulu kemudian disiram kuah kental yang ada daging bakso, udang, dan sawi. Sensasi yang ane rasain waktu makan hidangan ini luar biasa bikin kerjaan ahahah. Rahang ane capek ngunyahnya, bayangkan saja kalau kita makan mie instant mentah yang dikasih sedikit air hangat  ( itu menurut ane ^^v ). Untuk rasanya hambar agak asem, entah itu karena perasan jeruk nipis yang ane kasih kebanyakan atau memang rasanya begitu. Untuk rasa hidangan ini ane nyerah, nggak bisa ngedeteksi rasanya sob ^^v. 
*bersambung

Saturday, 1 November 2014

Makassar sambut beta ^^ ( 3 )

Saatnya kerja!
Kembali ke tempat event, banyak yang harus dibereskan, tapi tetap santai rasanya sob. Beresin sana sini tetap saja santai rasanya sob. Meskipun santai, capek tetap saja terasa. Hal yang bikin capek itu bukan karena pekerjaannya tetapi karena udara yang panas luar biasa, terutama di dalam ruangannya sudah berasa kayak diruang sauna. Keringat keluar satu persatu dari pori-pori kulit hosh~

Wow! banyak juga peralatan masak dan persiapan bahan makanan untuk besok yang disiapkan EO ini. Melihat persiapan dari EO ini memberi pelajaran buat ane tentang bagaimana kerja sebuah EO, luar biasa. Kebetulan di kampus ane lagi mengambil matakuliah Manajemen Usaha Jasa Boga dan bisa dibilang EO ini salah satu contoh nyata bagi ane dalam prakteknya.

Malam semakin larut dan suasana malam Makassar tidak rame dan tidak sepi, yang sedang sedang saja~ ( nyayi dangdut. Tepok jidat! ). Pekerjaan sebagian sudah selesai dan hari sudah malam, saatnya..... makan malam. " Apa? makan lagi Nin? " tanya temen ane | Rezeki jangan ditolak~ ohoho. 

Mobil berhenti tepat di parkiran warung makan, mata ane tertuju ke palang namanya " Coto Makassar Daeng ", makan malam sekalian wisata kuliner lagi ini namanya ^^. 

Coto Makassar
Coto Makassar, siapa yang tak pernah dengar kuliner khas Makassar ini. Entah kenapa soto di sini disebut coto, masih menjadi pertanyaan bagi ane??!!??

Dari namanya sudah terbayang kalau hidangan ini merupakan hidangan berkuah banyak. Coto Makassar merupakan hidangan yang terdiri dari daging dan jeroan kemudian diberi kuah yang komposisinya ada ciri khas tersendiri. Slurrp enak sob cotonya. Nah, kalau makan soto itu biasanya ada pelengkapnya berupa nasi. Begitu pula dengan Coto Makassar ini, coto ini memiliki pelengkap yang unik yaitu dimakan dengan ketupat. Selain pelengkap yang unik, keunikan lainnya dari Coto Makassar yang langsung ane makan di daerah asalnya ini, ternyata penyajiannya dihidangkan di mangkuk kecil, mangkuk kecilnya ini kira-kira seperti mangkuk sekoteng tapi agak gedean dikit. Ini unik sob! Beda banget dari penyajian soto pada umumnya yang menggunakan mangkuk biasa.

Mangkuk coto sudah kosong, saatnya untuk ke hotel. Bathroom and bedroom finally, time to rest my body >,<. Selamat malam Makassar! Minggu pagi tunggu kita~


*bersambung



Sunday, 26 October 2014

Makassar sambut beta ^^ (2)

18 Oktober 2014, tepatnya hari Sabtu. Kalau kata teman ane, kita malam mingguan di Makassar sob~ huehue. 

Makassar sambut beta ^^ ! 
Begini rupanya Bandara Sultan Hasanuddin. Ketika ane dan rombongan tiba, tempat ini bisa dibilang sepi, unik dan... yah bagus lah menurut ane ( namanya juga baru pertama ke sini :p ). 

Panasnya Makassar luar biasa -_-"! lebih dari Jakarta, sampai saat ane sudah balik, salah satu teman kelas ane bilang ane jadi hitaman ( padahal cuma 3 hari 2 malam di Makassar ). 

Keluar dari bandara Sultan Hasanuddin, ane pertama kali melihat jalan tol ( wih, ane baru tau ternyata di sini ada tolnya ). Keluar dari tol, jalanan di sini terlihat lenggang. Melihat jalanan yang lenggang ini berasa seperti rileksasi mata yang sudah lumayan lama melihat kepadatan jalanan Jakarta dan sekitarnya. Selain itu mata ane juga berasa rileksasi dari pemandangan gedung-gedung tinggi dan pemukiman padat di Jakarta loh.

Lokasi tujuan pertama kami di kota ini tentunya tempat dimana event akan dilaksanakan. Eventnya akan diadakan di daerah perbatasan antara Ujung Pandang dengan Gowa ( kata supir mobil kami ).
Setelah melihat lokasi event, ane dan teman-teman UNJ diajak makan siang oleh EO. Kalau kata teman ane : " Kita makan terus dari tadi, kerjanya kapan? " ( ecie yang ngebet banget pingin kerja sob :p ). Untuk makan siang saat itu kami diajak makan ikan bakar. Menu yang kami santap siang itu adalah Ikan Bakar Rica-Rica beserta pelengkapnya.

Ikan bakar Rica-Rica kalau di sini kata Mas Ari ( orang EO ) disajikannya utuh satu ekor besar.
Ini dia! Pesanan ikan bakar sudah siap santap. Widih ikan yang di bakar ternyata jenisnya banyak dan namanya ane tak hafal. Ikan bakar rica-rica itu adalah ikan yang dibakar kemudian disiram dengan cabe merah atau sambal merah. Untuk menyantap hidangan ikan bakar, kami diberi sambal khas dari Makassar yaitu Sambal Dabu-Dabu ( sambal kesukaan ane, sejak pertama kali nyicip pas praktek di SMK slurrp ) sebagai pendamping ikan bakar. Sambal Dabu-Dabu ini terbuat dari potongan cabe, tomat, bawang merah dan diberi air jeruk nipis dan bisa juga ditambahkan daun kemangi biar harum ( tapi kalau di kampus ane diajarinnya ini sambal disiram dengan minyak panas. Ane juga kaget karena saat SMK dan saat melihat langsung di sini, sambalnya tidak ada minyaknya ). Selain sambal Dabu-Dabu, kami juga di kasih Sambal Cobek. Sambal Cobek ini ane baru pertama kali melihatnya, bentuknya seperti saus kacang sob.
Sambal Dabu-Dabu


Sambal Cobek
Selain sambal, hidangan pendamping lainnya ada sayur bersantan sob, ane nggak tau namanya huft. Rasa sayurnya ini sedikit seperti rasa sayur lodeh.

Luar biasa, bisa dapat kesempatan wisata kuliner ini ^^. Nah, saat menuju mobil untuk kembali ke tempat event. Ane melihat cara membakar ikannya sob. Ternyata ikannya dibakar dengan diberi alas daun pisang. Sepertinya tujuan diberi alas daun pisang itu supaya ikan tidak lengket di tempat pembakarannya sob.

Saatnya kerja!
Kembali ke tempat event dan...cie yang malam minggunya di Makassar~ 
Mmmm malam minggu sambil santai itu biasa, malam minggu sambil kerja itu luar biasa enak juga loh sob~ 

*bersambung

Saturday, 25 October 2014

Makassar sambut beta ^^ ( 1 )

18, 19, 20 Oktober 2014. The awesome week end for us  ^^.

Menginjakkan kaki pertama kalinya di Makassar uwo~ unbelievable.

Makassar!!!
Alhamdulillah, di kuliah ini sedikit cita-cita ane kesampean. Cita-cita pingin bisa punya pengalaman lebih dari sekedar pengalaman di lingkaran kampus tapi bisa ke lingkup luar kampus juga, ya… terjun langsung ke lapangan, dunia kerja ataupun sosialisasi dengan dunia luar kampus.

Menjadi freelancer seperti inikah rasanya? :’)
Menjadi Freelancer sebuah event organizer, sepertinya sebelumnya tak  terpikirkan oleh ane. Jika ane ingat-ingat kembali ke masa awal ane bisa kenal dengan EO ini Alhamdulillah menambah rasa syukur ane kepada Allah. Allah itu romantis banget, Dia sudah mengatur skenario indah ini. Dia awali skenario indah ini lewat twitter, romantis banget kan? ( caraNya mempertemukan ane dengan EO ini lewat twitter itu menurut ane romantis lucu gimana gitu ~ ). 

Cita-cita lainnya yang pingin ane capai ketika masih kuliah yaitu bisa pergi ke daerah lain, Alhamdulillah juga Dia berikan. Berkeinginan bisa ke daerah lain Dia berikan ke ane, meskipun cita-cita ane sebenarnya pingin bisa ke daerah lain karena prestasi akademik ( seperti ke daerah lain karena mau ikut lomba, atau dapat beasiswa ) tapi ane tetap bersyukur yang penting titlenya (judulnya) ke daerah lain dibayarin huehhehe. Ini juga disebut prestasikan kan Nin? ( Ingat..prestasi itu sama dengan kebermanfaatan kita ^^ ).

Menjadi freelancer seperti inikah rasanya? :’)
Datang untuk pertama kalinya ke Makassar ( berharap ada yang kedua, ketiga, keempat kalinya dan seterusnya. Berharap bisa ke luar negeri juga nantinya huehehe), bertemu orang baru dari berbagai latar belakang, mendapat pelajaran tentang beberapa kerjaan EO dan bisa minta tolong ke Master Chef Brian  untuk bukain freezer yang untuk membukanya susah minta ampun   ^,^ (lucu juga kalau ingat kejadian ini dan berharap sih~ lain waktu bisa ngobrol cerita2 pengalaman dengan artis lain juga untuk berbagi pengalaman, aamiin). Kapan lagi coba???!!!
Ternyata Dia sudah memilihkan yang terbaik untuk ane. Ini semua pasti ada maknanya, dan yang terpenting ini semua pasti cara Dia untuk terus mengenggam ane untuk insyaallah selalu berada dijalanNya yang lurus, aamiin. Dan ini semua cara Dia untuk mengajari ane, ya…jalan ini pasti salah satu cara Dia Nin :’).

 " SOME FLOWERS GROW BEST IN THE SUN, OTHERS DO WELL IN THE SHADE. ALLAH ALWAYS KNOWS WHAT IS BEST FOR US, SO HE PUTS US WHERE WE GROW THE BEST. "

Menjadi freelancer seperti inikah rasanya? :’)
Menjadi freelancer di EO bidang kuliner, serasa kayak pak Bondan. Kerjanya pasti ada makan, lumayan  untuk icip-icip~  Beuh! Ternyata kerja icip-icip makanan itu ada nggak enaknya juga, nggak enaknya itu nahan rasa kekenyangan. 

18, 19, 20 Oktober 2014. Waktu yang singkat namun memberi banyak pelajaran. 

18 Oktober 2014, woho~ Makassar sambut ane ^^.
Janjian berangkat dengan teman-teman UNJ jam 04:45 WIB di halte kampus. Waktu yang sangat pagi karena ane dan EO janjian ketemu di bandara Soetta jam 07:30 WIB. Tapi dari pada telat, lebih baik kepagian kan~. Setelah berkumpul berlima, kami langsung cus naik taksi. Sepanjang perjalanan ke bandara Soetta alhamdulillah jalanan masih sepi sehingga pukul 06:00 WIB kami sudah tiba di bandara. 

Hoam~ masih agak ngatuk sesampainya di bandara. Hanya bisa menunggu pihak EO datang dan sementara menuggu teman-teman cowok pada lesehan, ane dan teman cewek ane cuma duduk-duduk.
Sekitar setengah jam menunggu, ada panggilan masuk ke telpon ane dengan no tak dikenal, ternyata itu panggilan telepon dari pihak EO, akhirnya... mereka sudah sampai bandara.

Lanjut, kami semua beberes barang-barang untuk keperluan event di Makassar. Luar biasa, banyaknya barang bawaan EO ini o.O . Selesai beberes dan check in kami diajak sarapan. Alhamdulillah, sebelumnya kita-kita emang belum sarapan huehehe, rezeki udah datang aja pagi-pagi ^^.

Tiba waktunya kami untuk terbang ke Makassar pukul 09:20 WIB. Butuh waktu selama 2 jam untuk sampai ke Makassar, itu artinya kami mendarat pukul 11:20 WIB. Tapi berhubung Makassar masuk ke wilayah WITA yang mempunyai selisih waktu 1 jam lebih cepat dari WIB, berarti kami mendarat di Makassar pukul 12:20 WITA. Hai Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar sambut beta.

*bersambung







Thursday, 7 August 2014

RESEP DASAR DONAT

Sumber : sajiansedap.com

    Donat tak hanya isinya saja yang bisa dikreasikan, tapi dari bentuk dan kulitnya pun bisa kita buat beraneka rasa. Yuk, belajar membuat donat dasar dulu!

    Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
    300 gram tepung terigu protein protein tinggi 
    100 gram tepung terigu protein sedang 
    1 sendok teh ragi instan 
    15 gram susu bubuk 
    40 gram gula pasir 
    1 butir telur 
    325 ml air es 
    30 gram margarin 
    1 sendok teh garam 
    minyak padat untuk menggoreng 

    Bahan Penutup:
    200 gram cokelat masak pekat, dilelehkan
    250 gram meises coklat 

    Cara Pengolahan :
    1. Campur tepung terigu, ragi instan, susu bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Tambahkan telur dan air es sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. Masukkan margarin dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 15 menit.
    2. Kempiskan adonan. Timbang masing-masing 40 gram. Bulatkan dan diamkan 10 menit.
    3. Pipihkan adonan dan lubangi tengahnya. Letakkan diloyang yang ditabur tepung terigu. Diamkan 30 menit sampai mengembang.
    4. Goreng dalam minyak padat yang sudah dipanaskan sampai matang. Angkat dan tiriskan.
    5. Celup ke cokelat masak pekat leleh. Tabur meises.
    Untuk 20 buah

    Anak Tata Boga Lulus, Mau Kerja Apa? Ini Dia Peluangnya. (Part 1)

    Sebagian besar orang berpikir bahwa lulusan dari jurusan Tata Boga nantinya akan kerja sebagai koki/ chef/ cook. Tapi tahukah kamu, kalau te...