Berbagi ilmu itu menyenangkan. " Dan Dia memperlihatkan tanda-tanda ( kebesaran-Nya ) kepadamu. Lalu tanda-tanda ( kebesaran ) Allah yang mana yang kamu ingkari? " Q.S Gafir : 81.
Sunday, 9 February 2014
Saturday, 8 February 2014
Secuil Terakhir Cerita Syi'ar 2013 Versi Ane[h] ~
Ceritanya...
Buka FB, liat postingan foto-foto di Mesjid Kubah Emas kemarin (^0^)/
Ceritanya...
Sudah satu periode kepengurusan dept. syi'ar 2013/2014 berjalan
Ada perjumpaan dan ada perpisahan...
Ketika sudah berpisah, ingin rasanya nanti ada momen yang diingat
dan biasanya momen itu berupa jalan-jalan bareng, atau kumpul bareng
Tapi, bukan berarti momen lainnya selama bekerjasama dilupakan.
Ceritanya, panjang... banget untuk akhirnya jadi jalan ke Mesjid kubah Emas Depok.
Panjangnya rencana...
dan juga panjangnya perjalanan :D
Ceritanya...
Sudah tiga kali rencana untuk berangkat ke Mesjid Kubah Emas, dua kali rencana gagal dan akhirnya satu rencana akhir terwujudkan. Yeay!
Rencana awal kita mau jalan ke Mesjid Kubah Emas Depok dengan persiapan yang sudah matang. Kegiatan apa saja yang bakal dikerjakan nantinya sudah disusun oleh pak Kadept. Bahkan perjalanan tsb memiliki tema "Ekspedisi 30 juz" (ane tau, ini pasti terinspirasi dari Ikhwah Gaul :p).
Namun....
Manusia berencana, Allah yang menentukan. Ekpedisi 30 juz hanya bisa dilakukan di rumah masing-masing dikarenakan Jakarta sedang musim hujan~
Sedikit terselip cerita di sini.. katanya waktu mau memutuskan jadi atau tidaknya jalan, terjadi sedikit perdebatan antara dia dan dia hhe ^^v (itu hal biasa, maklum)
Ceritanya...
Perjalanan bukan dibatalkan melainkan ditunda maka dibuatlah rencana kedua
Lagi-lagi...
Manusia berencana, Allah yang menetukan. Hujan lagi kanti-kanti.
(direncana kedua ini ane nggak tau karena ane sendiri nggak bisa ikut ^^. Eh, ternyata ditunda lagi)
Akhirnya, ceritanya jalan ke Mesjid Kubah Emas pun terealisasikan. Alhamdulillah.
Tapi dalam perjalanan tsb minus beberapa sahabat syi'ar.
Ceritanya di Mesjid Kubah Emas...
Makan.....
Dapat gantungan kunci syi'ar 2013.....
Shalat.....
Hujan.....
Foto-foto.....
Sharing.....
Foto-foto (lagi).....
Ceritanya mau pulang...
Eh, hujan
Eh, kunci motor pak Kadept. hilang
Eh, akhwat syi'ar nekat pulang padahal nggak tau jalan
Eh, si Ayu kepikiran makai GPS
Akhirnya akhwat dan ikhwan syi'ar pisah pas pulang
Ceritanya diperjalanan pulang akhwat syi'ar...
Eh, beberapa kali salah jalan gara-gara yang megang GPS gaptek (hhe maaf kawan-kawan)
Eh, lewat jalur yang beda banget dari jalur berangkat
Eh, muter-muter
Eh, hujan deras di tengah jalan
Eh, basah-basahan
Eh, ukhti satu ini ngebut banget ngendarain motor. Ane takut ukh -,- duduk miring ini huft.
Ceritanya....
Akhirnya sampai kosan, alhamdulillah.
Senang, capek dan nyeyak tidur dah~
Buka FB, liat postingan foto-foto di Mesjid Kubah Emas kemarin (^0^)/Ceritanya...
Sudah satu periode kepengurusan dept. syi'ar 2013/2014 berjalan
Ada perjumpaan dan ada perpisahan...
Ketika sudah berpisah, ingin rasanya nanti ada momen yang diingat
dan biasanya momen itu berupa jalan-jalan bareng, atau kumpul bareng
Tapi, bukan berarti momen lainnya selama bekerjasama dilupakan.
Ceritanya, panjang... banget untuk akhirnya jadi jalan ke Mesjid kubah Emas Depok.
Panjangnya rencana...
dan juga panjangnya perjalanan :D
Ceritanya...
Sudah tiga kali rencana untuk berangkat ke Mesjid Kubah Emas, dua kali rencana gagal dan akhirnya satu rencana akhir terwujudkan. Yeay!
Rencana awal kita mau jalan ke Mesjid Kubah Emas Depok dengan persiapan yang sudah matang. Kegiatan apa saja yang bakal dikerjakan nantinya sudah disusun oleh pak Kadept. Bahkan perjalanan tsb memiliki tema "Ekspedisi 30 juz" (ane tau, ini pasti terinspirasi dari Ikhwah Gaul :p).
Namun....
Manusia berencana, Allah yang menentukan. Ekpedisi 30 juz hanya bisa dilakukan di rumah masing-masing dikarenakan Jakarta sedang musim hujan~
Sedikit terselip cerita di sini.. katanya waktu mau memutuskan jadi atau tidaknya jalan, terjadi sedikit perdebatan antara dia dan dia hhe ^^v (itu hal biasa, maklum)
Ceritanya...
Perjalanan bukan dibatalkan melainkan ditunda maka dibuatlah rencana kedua
Lagi-lagi...
Manusia berencana, Allah yang menetukan. Hujan lagi kanti-kanti.
(direncana kedua ini ane nggak tau karena ane sendiri nggak bisa ikut ^^. Eh, ternyata ditunda lagi)
Akhirnya, ceritanya jalan ke Mesjid Kubah Emas pun terealisasikan. Alhamdulillah.
Tapi dalam perjalanan tsb minus beberapa sahabat syi'ar.
Ceritanya di Mesjid Kubah Emas...
Makan.....
Dapat gantungan kunci syi'ar 2013.....
Shalat.....
Hujan.....
Foto-foto.....
Sharing.....
Foto-foto (lagi).....
Ceritanya mau pulang...
Eh, hujan
Eh, kunci motor pak Kadept. hilang
Eh, akhwat syi'ar nekat pulang padahal nggak tau jalan
Eh, si Ayu kepikiran makai GPS
Akhirnya akhwat dan ikhwan syi'ar pisah pas pulang
Ceritanya diperjalanan pulang akhwat syi'ar...
Eh, beberapa kali salah jalan gara-gara yang megang GPS gaptek (hhe maaf kawan-kawan)
Eh, lewat jalur yang beda banget dari jalur berangkat
Eh, muter-muter
Eh, hujan deras di tengah jalan
Eh, basah-basahan
Eh, ukhti satu ini ngebut banget ngendarain motor. Ane takut ukh -,- duduk miring ini huft.
Ceritanya....
Akhirnya sampai kosan, alhamdulillah.
Senang, capek dan nyeyak tidur dah~
![]() |
| Foto dok.pribadi pak Kadept syi'ar 2013 |
Friday, 7 February 2014
Secuil Cerita Syi'ar 2013 Versi Ane[h]~
Suatu momen di FSI Al-Biruni 2013 lalu
Ceritanya menjadi bagian dept. syi'ar FSI Al-Biruni...
Ceritanya bertemu keluarga baru beranggotakan 21 pemuda super...
12 ikhwan dan 9 akhwat, ane salah satunya...
Ceritanya syuro...
Terbentuk proker-proker 1 tahun kepengurusan kedepan...
Ceritanya berawal dari syuro, berlanjut ke ta'aruf kemudian terjalin ukhuwah...
Ceritanya ada senang, haru, tegang, kecewa, konyol, terpukau, kesal, suka, benci, dan lainnya yang tak terungkapkan... (aseeeek~ :p)
Ceritanya proker...
Mulai dari Trendi (Talkshow Keren dan Islami), FSI Peduli sampai IEF (Islamic Engineering Festival)...
Ceritanya...
Dari proker banyak yang diperoleh...banyak yang dipelajari...
Ceritanya...
Alhamdulillah sahabat syi'ar ada yang menemukan teman hidupnya, barakallah ukh Tami ^^
Ceritanya di sini sadar, mulai belajar agama, mulai "tersindir", mulai mengerti akan suatu hal...
Bahwa...
Terimakasih ya rabb, sudah dipertemukan dengan FSI dan sahabat syi'ar :D
Be better...
Sebagai satu kesatuan dalam organisasi, mari tunjukkan profesionalisme dan solidaritas...
Ceritanya menjadi bagian dept. syi'ar FSI Al-Biruni...
Ceritanya bertemu keluarga baru beranggotakan 21 pemuda super...
12 ikhwan dan 9 akhwat, ane salah satunya...
Ceritanya syuro...
Terbentuk proker-proker 1 tahun kepengurusan kedepan...
Ceritanya berawal dari syuro, berlanjut ke ta'aruf kemudian terjalin ukhuwah...
Ceritanya ada senang, haru, tegang, kecewa, konyol, terpukau, kesal, suka, benci, dan lainnya yang tak terungkapkan... (aseeeek~ :p)
Ceritanya proker...
Mulai dari Trendi (Talkshow Keren dan Islami), FSI Peduli sampai IEF (Islamic Engineering Festival)...
Ceritanya...
Dari proker banyak yang diperoleh...banyak yang dipelajari...
Ceritanya...
Alhamdulillah sahabat syi'ar ada yang menemukan teman hidupnya, barakallah ukh Tami ^^
Ceritanya di sini sadar, mulai belajar agama, mulai "tersindir", mulai mengerti akan suatu hal...
Bahwa...
Terimakasih ya rabb, sudah dipertemukan dengan FSI dan sahabat syi'ar :D
Be better...
Sebagai satu kesatuan dalam organisasi, mari tunjukkan profesionalisme dan solidaritas...
" Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinari."
________________
" Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan."
________________
" Sahabat sejati menjadi pendorong impian."
________________
"SAHABAT BERHATI MULIA MEMBAWA KITA KE JALAN ALLAH."
Interfood Indonesia JIEXPO 2013 (Postingan telat)
Assalamu'alaikum (^0^)/
Ada yang tau atau pernah dengar sebuah event yang namanya "Interfood"? (ah, masak nggak tau? ckckck)
Ok, saya kasih tau kalau begitu~
Mmmm, kamu! Iya, kamu yang lagi baca blog saya. Tau dengan sebuah film dari Thailand yang menginspirasi buat yang punya cita-cita jadi wirausahawan muda (ehemm, itu saya banget. Nb: wajah tersapu-sapu, eh.. tersipu-sipu maksudnya)? Film yang diangkat dari pengalaman seorang wirausahawan yang sekarang produk usahanya sudah tersebar di luar negara asalnya Thailand dan Indonesia termasuk salah satu negara tujuan ekspor produk usahanya. Bagaimana, sudah ada bayangan kira-kira film yang saya maksud? Apa?!? clue nya masih kurang? Kudate amat sih situ :p.
(tik...tok...tik...tok)
Baik, biar nggak kelamaan saya kasih tau jawabannya. Tau produk snack rumput laut berbagai rasa yang banyak dijual di swalayan-swalayan? Nah, itu dia film yang saya maksud.. kok baru ngeh sih -,-". The Billionaire itu dia judul filmya. (saya: eh bentar deh, kok saya kurang yakin ya dengan judulnya. Millionaire atau Billionaire ya??? hehe ^^) (aduh...ini berarti yang kudate siapa ya?)
Naah, kamu tau judul filmnya. Berarti kamu udah nonton filmnya dong. Ingat nggak? Di film itu ceritanya pas dia datang ke pameran yang membuat dia akhirnya kepikiran untuk beli alat pembuat kacang. Persis kayak gitu tuh bentuk event Interfood Indonesia JIEXPO 2013 kemarin. Kebayang kan bagaimana suasana eventnya?
Jadi, Interfood Indonesia itu merupakan event food and beverage expo atau nama asingnya pameran makanan dan minuman. (ajegile~ itu mah bahasa Indonesia) (saya: eh! bahasa asing dong.. buat orang Eropa sana itu bahasa asing kan. :p)
Di sana (Interfood Indonesia JIEXPO 2013) banyak banget yang dipamerin, mulai dari alat produksi makanan sampai makanan dan minuman yang sudah diolah. Tapi, kalau saya liat event ini lebih tepatnya bukan ajang pamer makanan dan minuman melainkan ajang pamer alat produksi makanan. Kenapa saya bilang begitu? karena yang dipamerin ya memang alat-alatnya, sedangkan makanan dan minumannya itu contoh dari hasil kerja alat yang dipamerin.
| Tes rasa cone dengan es krim nya~ Mau? hanya di Interfood ^^ Dan...kurus banget :( |
Ada lagi alat lainnya yang dipamerin (nggak afdhal kalau nggak saya sebutin, kan mau berbagi cerita ^^), yaitu: alat untuk membuat donat skala pabrik, alat untuk membuat snow ice atau es serut (mirip-mirip) skala besar, alat untuk buat minuman skala restoran, dll.
| Di salah satu stand kemasan makanan (food packaging) |
Di Interfood Indonesia JIEXPO 2013 juga memamerkan makanan seperti: bumbu-bumbu masakan, snack, bahan makanan (tepung, krim untuk cake), kurma asli dari negara asalnya Arab, dll. Terus... hal menarik lainnya di sana ada yang jual kemasan makanan (food packaging) dan stand ini yang lumayan lama saya kunjungi, soalnya nemenin kawan yang tertarik banget beli kemasan di situ. Oh ya, di stand kemasan ini ada satu momen yang bikin saya ciut nyali sedikit. Ceritanya standnya ini stand dari negara Cina otomatis yang jaga orang Cina. Untuk melakukan transaksi di stand ini bahasa yang digunakan pastinya ada dua kemungkinan. Pertama, bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan kedua, bahasa mandarin. Waktu itu bahasa yang saya pakai dua-duanya pertama bahasa Inggris tapi cuma "How much is it?" soalnya cuma itu yang bisa :D. Terus saya nekat coba pakai bahasa mandarin buat tes lapangan ilmu mandarin di SMK dulu. Waktu itu saya maksudnya mau ngucapin terimakasih dalam bahasa mandarin (xie xie) tapi tiba-tiba jie-jie (bahasa mandarin: si mbaknya. Kalau nggak salah ^^) langsung berekspresi kaget gitu. Saya kan jadi nggak enak, takutnya pengucapan saya itu nggak sesuai dengan native speaker mandarinnya, ujung-unjungnya langsung ciut dan kabur dah saya hehe.
| Kiri - Kanan: Zahwa, Nine, Naula. Saya memegang keripik buah yang Enak kanti-kanti! |
Eh, saya lupa. Hal-hal yang dipamerin di event ini bukan cuma berasal dari Indonesia aja, tapi juga berasal dari negara lain seperti: Jepang, Thailand, Korea, dll. Untuk makanan yang dipamerin di sana... ada teh hijau dari Jepang dan Thailand, Ramyun kemasan dari Korea, dan makanan tradisional Indonesia beserta hasil olahan industri kreatif Indonesia yaitu keripik buah-buahan (ada keripik nanas, keripik apel, keripik mangga, keripik pepaya). Sedikit disayangkan, untuk makanan dari Indonesia di event ini kurang dieksplor terlihat dari stand-standnya yang letaknya di daerah belakang :( . Seharusnya, walaupun acaranya dari berbagai negara tapi karena Indonesia tuan rumahnya maka punya Indonesia harus lebih diutamakan.
Sepertinya cukup itu dulu cerita yang bisa dibagi. Eh, ada satu lagi untuk masuk ke event ini kita dikenakan HTM yang lumayan besar untuk ukuran kantong mahasiswa hehe. Tapi alhamdulillah, untuk masuk ke event kemarin saya dan teman-teman Tata Boga dari Universitas Negeri Jakarta mendapatkan undangan jadi~ kita masuknya Gratis! :D. Bagi pembaca yang berminat datang ke event ini bisa tunggu tiap tahun. Event ini diadakan satu tahun sekali (kalau nggak salah) siap-siap cari infonya aja terus.
Akhir cerita Wasalamu'alaikum dan selamat menikmati foto jepretan di event ini ^^.
Nb: maaf kalau fotonya bukan foto suasana stand tapi foto narsis sedikit :p
O ya, di event ini jugan ada demo cake decorated. Pendemonya ada cowok sipit imut~ *gagal fokus -_-".
O ya, oya banyak banget oya nya yang belum bisa diceritain saat ini karena saya keburu lupa, maklum postingannya telat heheh. Lain waktu kalau ingat deh diceritain.
| Sampai jumpa di Interfood yang akan datang (Amin!) |
Friday, 20 September 2013
Wisata Kuliner Ala Ninenice :D Episode 1 #Icip.Icip.Makananan.Tetangga(JEPANG)
18 September 2013
Semester 3 ini...waktunya mempelajari masakan tetangga khususnya masakan asia (oriental) yang ada di matakuliah PMO (Pengetahuan Makanan Oriental). Kalau liat dari pengalaman kakak tingkat, kayaknya bakal seru matkul ini...karena, diakhir semester nanti kita satu kelas akan ngadain praktek besar berupa (sejenis) "pameran makanan" yang tiap-tiap kelompok diberi tema yang berbeda, dimana temanya harus menggambarkan budaya dan wisata khusus dari negara-negara di asia~ Contohnya, kalau dari pengalaman kaka tingkat, mereka ada yang dapat negara Korea jadi mulai dari makanan, dekorasi, sampai kostum mereka sesuai dengan kebudayaan Korea (untuk kakak tingkat yang suka Korea, mereka senang banget karena bisa pakai baju khas Korea ^^).
Nah, di silabus kontrak matakuliah ini ada kegiatan wisata kuliner (bukan program acara TV ya). Wisata kulinernya tentu khusus kuliner Asia. Untuk kesempatan kemaren, saya dan teman-teman mendapat kesempatan berwisata kuliner Jepang. Tempat yang kita jadikan tujuan kuliner tentunya..........bukan Jepang karena berat diongkos nanti :p jadi cukup ke restaurant Jepang yang ada di Jakarta aja (setuju yow!)
Restaurant yang beruntung kita kunjungi (kenapa beruntung??? ya iya lah, langsung dapat pengunjung dalam jumlah banyak hehe) Restaurant Nanabantei. Restaurant ini letaknya di Sarinah. Ada cerita nih pas wiskul kemarin. Cekidot....
Kegiatan pergi kunjungan keluar menjadi kegiatan yang lumayan sering ada untuk program studi pendidikan tata boga. Jadi, biasanya kalau mau kunjungan, kita menyewa mobil untuk pergi bareng ke tempat tujuan. Tapi, berbeda dengan wiskul kemaren...kita berangkat sendiri-sendiri. Dan awalnya dapat kabar kalau kita berangkat bareng anak non reguler dan kata anak non reguler, mereka berangkat jam 13:00 WIB. (Benar kata orang, jangan langsung "iya" dengan yang namanya "katanya", karena ujung-ujungnya yang susah kita sendiri dan itu terjadi kemaren dengan saya). Lanjut cerita ya! Jadi, setelah dengar kabar yang ternyata belum pasti itu saya menghabiskan waktu menunggu dengan ngerjain tugas di FSI Al-Biruni, sampai selesai shalat zuhur. Habis shalat zuhur, saya balik ke gedung H (gedung IKK tempat jurusan saya belajar). Eh...sampai di gedung H..lho!kok nggak ada anak-anak sekelas widih jangan-jangan udah pergi. Panik langsung, inni mereka pergi udah lama atau baru T_T (kalau udah lama, kan rugi banget sayanya). Akhirnya, mulai saya sms teman-teman...dan nelpon teman-teman, tapi nggak ada balasan untuk waktu yang lumayan lama (padahal jarang-jarang saya mau nelpon orang kalau nggak urgent, tapi nggak diangkat). Lama, lama......banget sampai akhirnya salah satu teman yang tadinya saya coba hubungi kembali menghubungi saya. Alhamdulillah, lega banget (buka rahasia dikit aja. Tadinya udah mau nangis karena nggak ada balasan dari teman-teman. Mana nggak tau restonya dimana. Kalau tau saya mah langsung nyusul). Setelah lega karena akhirnya dapat kabar dari teman, biar nggak buang-buang waktu saya langsung caw!
Sampai di Nanabantei...
Weiiiiiiiii Nineeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee! Ayok ayok duduk......dsb----> sambutan dari teman-teman. Langsung saya disusruh makan sepuasnya, makan yang banyak dan ditungguin makan. Nah, pas di Nanabantei kemaren..berasa banget kekeluargaan di kelas Pendidikan Tata Boga reguler kemaren :D.
Jadi, inti dari cerita ini sih, senang sama suasana kekeluargaan kemaren heheh....
Kalau udah ngumpul, nggak lengkap kalau nggak narsis narsisan ^^
Semester 3 ini...waktunya mempelajari masakan tetangga khususnya masakan asia (oriental) yang ada di matakuliah PMO (Pengetahuan Makanan Oriental). Kalau liat dari pengalaman kakak tingkat, kayaknya bakal seru matkul ini...karena, diakhir semester nanti kita satu kelas akan ngadain praktek besar berupa (sejenis) "pameran makanan" yang tiap-tiap kelompok diberi tema yang berbeda, dimana temanya harus menggambarkan budaya dan wisata khusus dari negara-negara di asia~ Contohnya, kalau dari pengalaman kaka tingkat, mereka ada yang dapat negara Korea jadi mulai dari makanan, dekorasi, sampai kostum mereka sesuai dengan kebudayaan Korea (untuk kakak tingkat yang suka Korea, mereka senang banget karena bisa pakai baju khas Korea ^^).
Nah, di silabus kontrak matakuliah ini ada kegiatan wisata kuliner (bukan program acara TV ya). Wisata kulinernya tentu khusus kuliner Asia. Untuk kesempatan kemaren, saya dan teman-teman mendapat kesempatan berwisata kuliner Jepang. Tempat yang kita jadikan tujuan kuliner tentunya..........bukan Jepang karena berat diongkos nanti :p jadi cukup ke restaurant Jepang yang ada di Jakarta aja (setuju yow!)
![]() |
| Dok. pribadi : teman |
![]() |
| Dok. pribadi : teman |
Restaurant yang beruntung kita kunjungi (kenapa beruntung??? ya iya lah, langsung dapat pengunjung dalam jumlah banyak hehe) Restaurant Nanabantei. Restaurant ini letaknya di Sarinah. Ada cerita nih pas wiskul kemarin. Cekidot....
Kegiatan pergi kunjungan keluar menjadi kegiatan yang lumayan sering ada untuk program studi pendidikan tata boga. Jadi, biasanya kalau mau kunjungan, kita menyewa mobil untuk pergi bareng ke tempat tujuan. Tapi, berbeda dengan wiskul kemaren...kita berangkat sendiri-sendiri. Dan awalnya dapat kabar kalau kita berangkat bareng anak non reguler dan kata anak non reguler, mereka berangkat jam 13:00 WIB. (Benar kata orang, jangan langsung "iya" dengan yang namanya "katanya", karena ujung-ujungnya yang susah kita sendiri dan itu terjadi kemaren dengan saya). Lanjut cerita ya! Jadi, setelah dengar kabar yang ternyata belum pasti itu saya menghabiskan waktu menunggu dengan ngerjain tugas di FSI Al-Biruni, sampai selesai shalat zuhur. Habis shalat zuhur, saya balik ke gedung H (gedung IKK tempat jurusan saya belajar). Eh...sampai di gedung H..lho!kok nggak ada anak-anak sekelas widih jangan-jangan udah pergi. Panik langsung, inni mereka pergi udah lama atau baru T_T (kalau udah lama, kan rugi banget sayanya). Akhirnya, mulai saya sms teman-teman...dan nelpon teman-teman, tapi nggak ada balasan untuk waktu yang lumayan lama (padahal jarang-jarang saya mau nelpon orang kalau nggak urgent, tapi nggak diangkat). Lama, lama......banget sampai akhirnya salah satu teman yang tadinya saya coba hubungi kembali menghubungi saya. Alhamdulillah, lega banget (buka rahasia dikit aja. Tadinya udah mau nangis karena nggak ada balasan dari teman-teman. Mana nggak tau restonya dimana. Kalau tau saya mah langsung nyusul). Setelah lega karena akhirnya dapat kabar dari teman, biar nggak buang-buang waktu saya langsung caw!
Sampai di Nanabantei...
Weiiiiiiiii Nineeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee! Ayok ayok duduk......dsb----> sambutan dari teman-teman. Langsung saya disusruh makan sepuasnya, makan yang banyak dan ditungguin makan. Nah, pas di Nanabantei kemaren..berasa banget kekeluargaan di kelas Pendidikan Tata Boga reguler kemaren :D.
Jadi, inti dari cerita ini sih, senang sama suasana kekeluargaan kemaren heheh....
Kalau udah ngumpul, nggak lengkap kalau nggak narsis narsisan ^^
![]() |
| Dok.pribadi : teman |
![]() |
| Dok. pribadi : teman |
![]() |
| Dok. pribadi : teman |
Monday, 9 September 2013
Nasi Liwet #cinta.kuliner.Indonesia
Nasi Liwet? Apa itu nasi liwet?!?
Sekilas dari namanya bagi orang awam nasi liwet merupakan makanan yang spesial cara pembuatannya, begitu juga dengan saya (dulunya). Namun setelah dipelajari ternyata nasi liwet merupakan hidangan nasi yang dimasak dengan teknik meliwet, yaitu memasak dengan cara direbus dengan air dengan menggunakan api kecil di dalam panci. Biasanya, panci yang digunakan untuk meliwet nasi ada panci khusus yang terbuat dari bahan anti lengket, sehingga ketika kita memasak nasi liwet nasi tidak lengket dan gosong dan juga jika memasak dengan panci tersebut kita tidak perlu mengaduk nasi terus-menerus selama proses memasak.
Selain cara memasaknya yang diliwet, nasi ini agar lebih enak di masak dengan menambahkan bumbu berupa garam, daun salam, dan serai kemuadian agar lebih gurih cairannya menguunakan santan.
Hidangan nasi liwet ini merupakan hidangan yang berasal dari kota Solo (Jawa Tengah). Biasanya nasi liwet dihidangkan dengan pelengkap berupa opor ayam, sayur labu siam, sambal rebus, dan pindang telur.
FYI : Nasi Liwet merupakan salah satu jenis hidangan nasi dalam ilmu tata boga. Dalam tata boga dipelajari berbagai jenis hidang nasi dan salah satunya Nasi Liwet. Seperti yang diketahui, nasi liwet dihidangkan dengan berbagai macam pelengkap. kalau di Solo disebutnya Nasi Liwet, nah...kalau di daerah lain nasi yang dihidangkan dengan pelengkap dinamai dengan Nasi Rames, Nasi Uduk, Nasi Tumpeng, dll. Tapi, meski sama-sama berupa hidangan nasi dengan pelengkap, untuk tiap-tiap nama tersebut memiliki bumbu dan pelengkap yang berbeda sesuai dengan ciri khas masing-masing.
Sekarang, mari kita membahas tentang pelengkap dari Nasi Liwet ^^
Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya. Nasi Liwet memiliki hidangan pelengkap berupa Opor Ayam, Sayur Labu Siam, sambal rebus dan Pindang Telur. Satu pertanyaan untuk menguji pengetahuan kuliner --> Dari semua pelengkap itu, hidangan yang sudah kita kenal yang manakah? Jawab: Opor Ayam (betul tidak?). Bagaimana dengan yang lainnya??? heheheh
Kalau (dulu) ditanya seperti itu jawaban saya pasti sama dengan jawaban di atas hhaa. Tapi~ karena secara saya sekarang seorang anak tata boga...pasti tau lah kalau ditanyain dengan pelengkap lainnya (aseeek) hhee.
Opor ayam itu..... Yap! betul, ayam yang dimasak pakai santai ditambah bumbu dasar putih, kemiri, daun salam dan rasanya gurih dan manis santan.
Bagaimana dengan Sayur Labu Siam, sambal rebus dan Pindang Telur? Mari saya kasih tahu~
Sayur Labu Siam adalah jenis hidangan sayuran berkuah sedikit yang berbahan dasar labu siam kemudian dimasak dengan bumbu dasar merah dan diberi bumbu tambahan lain seperti terasi, garam, gula, dll. Gula! kalau kita perhatikan Nasi Liwet berasal dari Kota Solo di Jawa, nah makanan jawa itu tidak jauh-jauh dari yang namanya rasa manis..makanya ada tambahan "gula" untuk bumbunya. Sedikit cerita, kemarin saya pernah dapat tugas untuk praktek membuat Nasi Liwet Solo. Pantas saja komentar dosen untuk hidangan Sayur Labu Siam saya kurang memuaskan, kenapa? karena ternyata rasa dari Sayur Labu Siam saya tidak sesuai dengan rasa aslinya. Rasa dari sayur saya itu masih terbawa rasa makanan Sumatera yaitu pedas, asin, gurih...sedangkan setelah saya coba mencicip sayur Labu Siam dari Nasi Liwet "asli" rasanya itu.........................MANIS Sekali! Heran, kok bisa manis gitu ya -,-a. Padahal menurut saya, sayur saya itu rasanya sudah mak nyos! tapi ya sudah lah ya~
Kemudian sambal rebus. Saya pikir sambal rebus itu sambal apa gitu? ternyata cuma cabe rawit merah direbus lalu digiling, jadi deh sambal rebus.
Pindang Telur. Pertama kali dengar, nggak ada bayangan bagaimana bentuk dari hidangan ini. Setelah dicari tahu, ternyata pindang telur itu telur rebus kupas yang warnanya coklat-coklat itu toh. (dulu) saya kira telurnya bisa berwarna coklat karena dimasak seperti semur, ternyata cara membuat telur sehingga menjadi warna coklat yaitu, telur mentah direbus kemudian air rebusannya diberi daun jambu biji, daun salam dan kulit bawang merah. "Kulit bawang merah lah ternyata yang memberikan warna coklat untuk pindang telur ini." kata seorang kenalan yang saya kenal ketika event Kelanarasa. Dan untuk memperoleh warna coklat yang pekat dan masuk sampai kedalam telur membutuhkan proses perebusan yang lama, hingga sehari lamanya, itu juga yang dikatakan "beliau".
Setelah selesai dimasak Nasi Liwet dan pelengkapnya, hidangan ini disajikan di atas daun pisang yang dilipat menjadi bentuk "Pincuk".
![]() |
| Panci Nasi Liwet |
Selain cara memasaknya yang diliwet, nasi ini agar lebih enak di masak dengan menambahkan bumbu berupa garam, daun salam, dan serai kemuadian agar lebih gurih cairannya menguunakan santan.
Hidangan nasi liwet ini merupakan hidangan yang berasal dari kota Solo (Jawa Tengah). Biasanya nasi liwet dihidangkan dengan pelengkap berupa opor ayam, sayur labu siam, sambal rebus, dan pindang telur.
FYI : Nasi Liwet merupakan salah satu jenis hidangan nasi dalam ilmu tata boga. Dalam tata boga dipelajari berbagai jenis hidang nasi dan salah satunya Nasi Liwet. Seperti yang diketahui, nasi liwet dihidangkan dengan berbagai macam pelengkap. kalau di Solo disebutnya Nasi Liwet, nah...kalau di daerah lain nasi yang dihidangkan dengan pelengkap dinamai dengan Nasi Rames, Nasi Uduk, Nasi Tumpeng, dll. Tapi, meski sama-sama berupa hidangan nasi dengan pelengkap, untuk tiap-tiap nama tersebut memiliki bumbu dan pelengkap yang berbeda sesuai dengan ciri khas masing-masing.
Sekarang, mari kita membahas tentang pelengkap dari Nasi Liwet ^^
Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya. Nasi Liwet memiliki hidangan pelengkap berupa Opor Ayam, Sayur Labu Siam, sambal rebus dan Pindang Telur. Satu pertanyaan untuk menguji pengetahuan kuliner --> Dari semua pelengkap itu, hidangan yang sudah kita kenal yang manakah? Jawab: Opor Ayam (betul tidak?). Bagaimana dengan yang lainnya??? heheheh
Kalau (dulu) ditanya seperti itu jawaban saya pasti sama dengan jawaban di atas hhaa. Tapi~ karena secara saya sekarang seorang anak tata boga...pasti tau lah kalau ditanyain dengan pelengkap lainnya (aseeek) hhee.
Opor ayam itu..... Yap! betul, ayam yang dimasak pakai santai ditambah bumbu dasar putih, kemiri, daun salam dan rasanya gurih dan manis santan.
Bagaimana dengan Sayur Labu Siam, sambal rebus dan Pindang Telur? Mari saya kasih tahu~
Sayur Labu Siam adalah jenis hidangan sayuran berkuah sedikit yang berbahan dasar labu siam kemudian dimasak dengan bumbu dasar merah dan diberi bumbu tambahan lain seperti terasi, garam, gula, dll. Gula! kalau kita perhatikan Nasi Liwet berasal dari Kota Solo di Jawa, nah makanan jawa itu tidak jauh-jauh dari yang namanya rasa manis..makanya ada tambahan "gula" untuk bumbunya. Sedikit cerita, kemarin saya pernah dapat tugas untuk praktek membuat Nasi Liwet Solo. Pantas saja komentar dosen untuk hidangan Sayur Labu Siam saya kurang memuaskan, kenapa? karena ternyata rasa dari Sayur Labu Siam saya tidak sesuai dengan rasa aslinya. Rasa dari sayur saya itu masih terbawa rasa makanan Sumatera yaitu pedas, asin, gurih...sedangkan setelah saya coba mencicip sayur Labu Siam dari Nasi Liwet "asli" rasanya itu.........................MANIS Sekali! Heran, kok bisa manis gitu ya -,-a. Padahal menurut saya, sayur saya itu rasanya sudah mak nyos! tapi ya sudah lah ya~
Kemudian sambal rebus. Saya pikir sambal rebus itu sambal apa gitu? ternyata cuma cabe rawit merah direbus lalu digiling, jadi deh sambal rebus.
Pindang Telur. Pertama kali dengar, nggak ada bayangan bagaimana bentuk dari hidangan ini. Setelah dicari tahu, ternyata pindang telur itu telur rebus kupas yang warnanya coklat-coklat itu toh. (dulu) saya kira telurnya bisa berwarna coklat karena dimasak seperti semur, ternyata cara membuat telur sehingga menjadi warna coklat yaitu, telur mentah direbus kemudian air rebusannya diberi daun jambu biji, daun salam dan kulit bawang merah. "Kulit bawang merah lah ternyata yang memberikan warna coklat untuk pindang telur ini." kata seorang kenalan yang saya kenal ketika event Kelanarasa. Dan untuk memperoleh warna coklat yang pekat dan masuk sampai kedalam telur membutuhkan proses perebusan yang lama, hingga sehari lamanya, itu juga yang dikatakan "beliau".
![]() |
| Lipatan Pincuk |
Setelah selesai dimasak Nasi Liwet dan pelengkapnya, hidangan ini disajikan di atas daun pisang yang dilipat menjadi bentuk "Pincuk".
Sunday, 8 September 2013
Partime (lagi)!
" Assalamu'alaikum. Nine apa kabar?___________saya ada event lagi nih."Dapat sms panggilan kerja part time lagi :), setelah kira-kira 2 bulan dari event terakhir. FYI saya dapat kerja part time di salah satu EO (event organizer) Kelanarasa. Awal mula saya bisa kenal sama Kelanarasa itu kayak iseng-iseng nekat. Mungkin bisa dibilang memanfaatkan sosial media dengan baik (mungkin~). Melalui obrolan di twitter, perkenalan saya dengan chief Kelanarasa (awalnya, nggak tau kalau saya ngobrol sama seorang chief!). Kalau disuruh nyeritain bagaimana detail ceritanya, saya juga bingung bagaimana bisa sampai ke obrolan biar bisa part time di EO tersebut hhee...
Kerja di Event Organizer ternyata banyak banget pelajarannya, karena pekerjaan di EO sebagai event crew kerjanya fleksibel, bisa jadi apa saja dan event crew itu kerjanya kalau ada event aja. Nah! kalau dipikir-pikir saya sebagai seorang mahasiswa tingkat awal dan kerja part time sebagai event crew EO itu pas banget, karena walaupun kerja tapi kegiatan perkuliahan saya alhamdulillah tidak terganggu.
22 Agustus 2013 kemaren itu kali ketiga saya dipanggil Kelanarasa. Nah, dikali ketiga kemaren yang namanya kerja, baru banget kerasa. Kemaren itu bisa dibilang kami kerjanya lebih seperti catering. Kenapa saya bilang kerjanya baru kerasa? karena di dua event sebelumnya, tugas saya pada event yang ditangani Kelanarasa kerjanya lebih ringan. !
Sedikit cerita, dari kerja part time di Kelanarasa ini banyak ilmu baru yang saya dapat, diantaranya: belajar bersosialisasi di dunia kerja, dapat pengetahuan tentang makanan-makanan nusantara, mulai dari macam-macamnya, asalnya dan rasanya (FYI: Kelanarasa itu EO yang khusus menaganani event-event yang berhubungan dengan budaya Indonesia). Selain itu, saya juga bisa kenalan sama para pengusaha makanan nusantara yang bekerjasama dengan kelanarasa di tiap event. Banyak lagi hal-hal yang saya dapat yang susah untuk saya jelasin. Yah, bisa dibilang saya ini orangnya susah untuk mengungkapkan pemikiran secara lisan dan semoga dengan sering ikut event dan bersosialisasi dengan orang-orang yang saya temui, kemampuan saya bertambah dalam hal "komunikasi", amin! karena susah juga kalau ide-ide tidak bisa disampaikan karena tidak pandai berkomunikasi hehe. Segini dulu cerita pengalaman part time nya :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Anak Tata Boga Lulus, Mau Kerja Apa? Ini Dia Peluangnya. (Part 1)
Sebagian besar orang berpikir bahwa lulusan dari jurusan Tata Boga nantinya akan kerja sebagai koki/ chef/ cook. Tapi tahukah kamu, kalau te...
-
Nasi Liwet? Apa itu nasi liwet?!? Sekilas dari namanya bagi orang awam nasi liwet merupakan makanan yang spesial cara pembuatannya, be...
-
Ternyata banyak macam buah Mangga yang belum ane ketahui. Berkat mata kuliah Teknologi Pengolahan Permen dan Cokelat, ane dapat pengetahua...
-
Kalau mendengar kata Salad yang dibayangin pasti masakan luar negeri. Eits, jangan salah Indonesia juga punya Salad loh! seperti Gado-gado, ...















