Sunday, 26 October 2014

Makassar sambut beta ^^ (2)

18 Oktober 2014, tepatnya hari Sabtu. Kalau kata teman ane, kita malam mingguan di Makassar sob~ huehue. 

Makassar sambut beta ^^ ! 
Begini rupanya Bandara Sultan Hasanuddin. Ketika ane dan rombongan tiba, tempat ini bisa dibilang sepi, unik dan... yah bagus lah menurut ane ( namanya juga baru pertama ke sini :p ). 

Panasnya Makassar luar biasa -_-"! lebih dari Jakarta, sampai saat ane sudah balik, salah satu teman kelas ane bilang ane jadi hitaman ( padahal cuma 3 hari 2 malam di Makassar ). 

Keluar dari bandara Sultan Hasanuddin, ane pertama kali melihat jalan tol ( wih, ane baru tau ternyata di sini ada tolnya ). Keluar dari tol, jalanan di sini terlihat lenggang. Melihat jalanan yang lenggang ini berasa seperti rileksasi mata yang sudah lumayan lama melihat kepadatan jalanan Jakarta dan sekitarnya. Selain itu mata ane juga berasa rileksasi dari pemandangan gedung-gedung tinggi dan pemukiman padat di Jakarta loh.

Lokasi tujuan pertama kami di kota ini tentunya tempat dimana event akan dilaksanakan. Eventnya akan diadakan di daerah perbatasan antara Ujung Pandang dengan Gowa ( kata supir mobil kami ).
Setelah melihat lokasi event, ane dan teman-teman UNJ diajak makan siang oleh EO. Kalau kata teman ane : " Kita makan terus dari tadi, kerjanya kapan? " ( ecie yang ngebet banget pingin kerja sob :p ). Untuk makan siang saat itu kami diajak makan ikan bakar. Menu yang kami santap siang itu adalah Ikan Bakar Rica-Rica beserta pelengkapnya.

Ikan bakar Rica-Rica kalau di sini kata Mas Ari ( orang EO ) disajikannya utuh satu ekor besar.
Ini dia! Pesanan ikan bakar sudah siap santap. Widih ikan yang di bakar ternyata jenisnya banyak dan namanya ane tak hafal. Ikan bakar rica-rica itu adalah ikan yang dibakar kemudian disiram dengan cabe merah atau sambal merah. Untuk menyantap hidangan ikan bakar, kami diberi sambal khas dari Makassar yaitu Sambal Dabu-Dabu ( sambal kesukaan ane, sejak pertama kali nyicip pas praktek di SMK slurrp ) sebagai pendamping ikan bakar. Sambal Dabu-Dabu ini terbuat dari potongan cabe, tomat, bawang merah dan diberi air jeruk nipis dan bisa juga ditambahkan daun kemangi biar harum ( tapi kalau di kampus ane diajarinnya ini sambal disiram dengan minyak panas. Ane juga kaget karena saat SMK dan saat melihat langsung di sini, sambalnya tidak ada minyaknya ). Selain sambal Dabu-Dabu, kami juga di kasih Sambal Cobek. Sambal Cobek ini ane baru pertama kali melihatnya, bentuknya seperti saus kacang sob.
Sambal Dabu-Dabu


Sambal Cobek
Selain sambal, hidangan pendamping lainnya ada sayur bersantan sob, ane nggak tau namanya huft. Rasa sayurnya ini sedikit seperti rasa sayur lodeh.

Luar biasa, bisa dapat kesempatan wisata kuliner ini ^^. Nah, saat menuju mobil untuk kembali ke tempat event. Ane melihat cara membakar ikannya sob. Ternyata ikannya dibakar dengan diberi alas daun pisang. Sepertinya tujuan diberi alas daun pisang itu supaya ikan tidak lengket di tempat pembakarannya sob.

Saatnya kerja!
Kembali ke tempat event dan...cie yang malam minggunya di Makassar~ 
Mmmm malam minggu sambil santai itu biasa, malam minggu sambil kerja itu luar biasa enak juga loh sob~ 

*bersambung

Saturday, 25 October 2014

Makassar sambut beta ^^ ( 1 )

18, 19, 20 Oktober 2014. The awesome week end for us  ^^.

Menginjakkan kaki pertama kalinya di Makassar uwo~ unbelievable.

Makassar!!!
Alhamdulillah, di kuliah ini sedikit cita-cita ane kesampean. Cita-cita pingin bisa punya pengalaman lebih dari sekedar pengalaman di lingkaran kampus tapi bisa ke lingkup luar kampus juga, ya… terjun langsung ke lapangan, dunia kerja ataupun sosialisasi dengan dunia luar kampus.

Menjadi freelancer seperti inikah rasanya? :’)
Menjadi Freelancer sebuah event organizer, sepertinya sebelumnya tak  terpikirkan oleh ane. Jika ane ingat-ingat kembali ke masa awal ane bisa kenal dengan EO ini Alhamdulillah menambah rasa syukur ane kepada Allah. Allah itu romantis banget, Dia sudah mengatur skenario indah ini. Dia awali skenario indah ini lewat twitter, romantis banget kan? ( caraNya mempertemukan ane dengan EO ini lewat twitter itu menurut ane romantis lucu gimana gitu ~ ). 

Cita-cita lainnya yang pingin ane capai ketika masih kuliah yaitu bisa pergi ke daerah lain, Alhamdulillah juga Dia berikan. Berkeinginan bisa ke daerah lain Dia berikan ke ane, meskipun cita-cita ane sebenarnya pingin bisa ke daerah lain karena prestasi akademik ( seperti ke daerah lain karena mau ikut lomba, atau dapat beasiswa ) tapi ane tetap bersyukur yang penting titlenya (judulnya) ke daerah lain dibayarin huehhehe. Ini juga disebut prestasikan kan Nin? ( Ingat..prestasi itu sama dengan kebermanfaatan kita ^^ ).

Menjadi freelancer seperti inikah rasanya? :’)
Datang untuk pertama kalinya ke Makassar ( berharap ada yang kedua, ketiga, keempat kalinya dan seterusnya. Berharap bisa ke luar negeri juga nantinya huehehe), bertemu orang baru dari berbagai latar belakang, mendapat pelajaran tentang beberapa kerjaan EO dan bisa minta tolong ke Master Chef Brian  untuk bukain freezer yang untuk membukanya susah minta ampun   ^,^ (lucu juga kalau ingat kejadian ini dan berharap sih~ lain waktu bisa ngobrol cerita2 pengalaman dengan artis lain juga untuk berbagi pengalaman, aamiin). Kapan lagi coba???!!!
Ternyata Dia sudah memilihkan yang terbaik untuk ane. Ini semua pasti ada maknanya, dan yang terpenting ini semua pasti cara Dia untuk terus mengenggam ane untuk insyaallah selalu berada dijalanNya yang lurus, aamiin. Dan ini semua cara Dia untuk mengajari ane, ya…jalan ini pasti salah satu cara Dia Nin :’).

 " SOME FLOWERS GROW BEST IN THE SUN, OTHERS DO WELL IN THE SHADE. ALLAH ALWAYS KNOWS WHAT IS BEST FOR US, SO HE PUTS US WHERE WE GROW THE BEST. "

Menjadi freelancer seperti inikah rasanya? :’)
Menjadi freelancer di EO bidang kuliner, serasa kayak pak Bondan. Kerjanya pasti ada makan, lumayan  untuk icip-icip~  Beuh! Ternyata kerja icip-icip makanan itu ada nggak enaknya juga, nggak enaknya itu nahan rasa kekenyangan. 

18, 19, 20 Oktober 2014. Waktu yang singkat namun memberi banyak pelajaran. 

18 Oktober 2014, woho~ Makassar sambut ane ^^.
Janjian berangkat dengan teman-teman UNJ jam 04:45 WIB di halte kampus. Waktu yang sangat pagi karena ane dan EO janjian ketemu di bandara Soetta jam 07:30 WIB. Tapi dari pada telat, lebih baik kepagian kan~. Setelah berkumpul berlima, kami langsung cus naik taksi. Sepanjang perjalanan ke bandara Soetta alhamdulillah jalanan masih sepi sehingga pukul 06:00 WIB kami sudah tiba di bandara. 

Hoam~ masih agak ngatuk sesampainya di bandara. Hanya bisa menunggu pihak EO datang dan sementara menuggu teman-teman cowok pada lesehan, ane dan teman cewek ane cuma duduk-duduk.
Sekitar setengah jam menunggu, ada panggilan masuk ke telpon ane dengan no tak dikenal, ternyata itu panggilan telepon dari pihak EO, akhirnya... mereka sudah sampai bandara.

Lanjut, kami semua beberes barang-barang untuk keperluan event di Makassar. Luar biasa, banyaknya barang bawaan EO ini o.O . Selesai beberes dan check in kami diajak sarapan. Alhamdulillah, sebelumnya kita-kita emang belum sarapan huehehe, rezeki udah datang aja pagi-pagi ^^.

Tiba waktunya kami untuk terbang ke Makassar pukul 09:20 WIB. Butuh waktu selama 2 jam untuk sampai ke Makassar, itu artinya kami mendarat pukul 11:20 WIB. Tapi berhubung Makassar masuk ke wilayah WITA yang mempunyai selisih waktu 1 jam lebih cepat dari WIB, berarti kami mendarat di Makassar pukul 12:20 WITA. Hai Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar sambut beta.

*bersambung







Thursday, 7 August 2014

RESEP DASAR DONAT

Sumber : sajiansedap.com

    Donat tak hanya isinya saja yang bisa dikreasikan, tapi dari bentuk dan kulitnya pun bisa kita buat beraneka rasa. Yuk, belajar membuat donat dasar dulu!

    Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
    300 gram tepung terigu protein protein tinggi 
    100 gram tepung terigu protein sedang 
    1 sendok teh ragi instan 
    15 gram susu bubuk 
    40 gram gula pasir 
    1 butir telur 
    325 ml air es 
    30 gram margarin 
    1 sendok teh garam 
    minyak padat untuk menggoreng 

    Bahan Penutup:
    200 gram cokelat masak pekat, dilelehkan
    250 gram meises coklat 

    Cara Pengolahan :
    1. Campur tepung terigu, ragi instan, susu bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Tambahkan telur dan air es sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. Masukkan margarin dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 15 menit.
    2. Kempiskan adonan. Timbang masing-masing 40 gram. Bulatkan dan diamkan 10 menit.
    3. Pipihkan adonan dan lubangi tengahnya. Letakkan diloyang yang ditabur tepung terigu. Diamkan 30 menit sampai mengembang.
    4. Goreng dalam minyak padat yang sudah dipanaskan sampai matang. Angkat dan tiriskan.
    5. Celup ke cokelat masak pekat leleh. Tabur meises.
    Untuk 20 buah

    Monday, 14 July 2014

    Bertemu Ramadhan Ceria (lagi) dan ada si botak ^^v

    Assalamu'alaikum...
    Hai Jakarta yang terang meski hari sudah malam, tapi karena ada fullmoon... malam ini jadi terang dan langit terlihat cantik.
    Hai Klender! Hai adik-adik panti Klender! Kami datang kembali menyapa kalian.

    Di Ramadhan 1435 H ini, ane kembali menyapa adik-adik panti sosial di Klender, yang dulu pas Ramadhan 1434 H juga pernah kami - FSI Al-Biruni - kunjungi. Dan masih dikegiatan yang sama seperti tahun lalu, yaitu agenda Ramadhan Ceria.

    Wah, ternyata sudah setahun berlalu saat ane pernah ada di ruangan aula panti itu. Gerbang panti sudah kelihatan, ada sedikit kekhawatiran ketika beberapa langkah lagi ane akan bertemu kembali dengan adik-adik panti. Khawatir akan tingkah hiperaktif mereka seperti tahun lalu.
    Alhamdulillah...
    Itu cuma sebuah rasa khawatir, ya rasa khawatir yang tidak menjadi kenyataan. 

    Ada yang berubah dari adik-adik itu. Sikap mereka bagi ane tak terasa hiperaktif lagi, mungkin ini yang disebut " Alah biso karno terbiaso " yah...maksudnya udah paham medannya lah hehe.

    Ane kembali berdiri di ruangan itu. Kembali melihat adik-adik yang dulu. Dan ane kembali melihat si botak ^^v. Si botak sekarang sudah berubah. Rupanya sekarang jadi mirip ustad Felix Siauw. Dan si botak sekarang tak secengeng dulu. Huehe~ si botak itu nama panggilan ane ke salah satu bocah laki-laki berwajah cina di panti. Bukan bermaksud mengejek tapi karena ane tak tahu namanya dan kebetulan rambutnya juga botak ( sebenarnya catam, tapi panggilan si botak lebih lucu dibanding si catam ^^v ).



    Wednesday, 18 June 2014

    Menu-list goes to Menu-lis (2)

    Konsep awal blog ane ini adalah blog yang berisi informasi tentang resep-resep karya praktek, kuliner Nusantara, informasi dunia kuliner, informasi tempat wisata kuliner, dll yang berbau kuliner. Jadi, tadi pinginnya blog ini bisa jadi referensi untuk dunia kuliner, yah~ bisa diibaratkan seperti menu-list.

    Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan.
    Entahlah, apa ini ada kaitannya dengan quote di atas. Tapi menurut ane itu ada kaitannya ^^.

    Konsep awal sudah matang, ternyata pas dijalanin ini blog kok postingan yang tentang kulinernya dikit banget o.O ??? Jangan tanya kenapa, mungkin karena belum punya kesempatan yang lebih besar untuk menjelajahi kuliner yang luas dunianya atau mungkin karena belum dapat sponsor untuk modalin wisata kuliner ( plak! tepok jidat ). Ane ngerasa di blog ini lebih banyak ke cerita-cerita pribadi yang 'super' buat ane. Tak apalah, mungkin yang akan datang konsep awal ane untuk fokus mengekspos kuliner ( terutama kuliner Nusantara ) bisa terwujud, amin!

    Seperti quote yang ane tulis di Menu-list goes to Menu-lis (1) : " Writing doesn't need technic nor talent. But consistency. "

    See! ternyata untuk mahir menulis tidak banyak persyaratannya cukup memulainya dengan konsisten. Konsistensi, merupakan kegiatan yang memberi manfaat dan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan, maka biar cintamu awet jagalah si konsistensi (gagal fokus). Perlu diingat konsistensi yang harus dijaga ialah konsistensi terhadap hal-hal positif ya sob.

    Konsistensi ane untuk tetap mencoba menulis, menulis apapun yang sedang ada dipikiran tanpa memikirkan hasilnya. Menulis tanpa beban, menuangkan semua cerita keseharian ane dan berbagi ilmu dari pengalaman-pengalaman melalui blog ini, membuat ane mulai suka untuk menulis. Ya, berawal dengan niat membuat Menu-list berujung "kenyang" Menu-lis ^v^.

    Menulis...
    Ternyata tak sesulit yang dahulu ane bayangin, tapi jangan samakan dengan menulis secara ilmiah ya... karena menulis secara ilmiah pasti berbeda dengan menulis 'santai'. Menulis santai itu emang benar-benar santai sob~ dan bikin ketagihan ^^.

    Dengan menulis 'santai' ternyata ane bisa mengungkapkan apa yang sedang dipikirin, bercerita dengan panjang lebar, dan menuliskan semua kata yang ada dalam otak ane tanpa harus mikirin apakah sesuai dengan EYD hueheh.

    Menulis itu mak nyus! Kalau diumpamakan kita makan, menulis itu ngenyangin yang akhirnya bikin ane lega karena kenyang. Ya, dengan menulis ane sering merasa plong lega. Karena dengan menulis semua pikiran dan ide yang nggak bisa ane ungkapin lewat lisan bisa tercurahkan sampai meleber bahkan tumpah-tumpah ( hiperbola sedikit ye sob! ^^v ). Terkadang perasaan ganjel ketika mau ngomong tapi nggak bisa ngomong ( gimana ceritanya?? o.O) terobati melalui tulisan, ya... karena ane termasuk orang yang kurang ahli dalam 'ngomong'. 

    Dengan menulis ane juga sering mendapatkan pembelajaran. 
    Setelah selesai menulis kemudian membaca ulang tulisan yang sudah dibuat...teerkadang membuat ane belajar kembali. Belajar untuk lebih baik kedepannya dengan mengambil hikmah dari pengalaman yang ane tulis. Dari tulisan tersebut, ane tau dan bisa lebih merinci kejadian-kejadian keseharian. 

    Menulis menurut sebagian orang merupakan hal yang sulit, ya...sama seperti yang ane pikirkan ketika belum mencoba untuk menulis. Hal yang menjadi kendala sehingga orang-orang belum mau mencoba untuk menulis yaitu masalah IDE. Ide itu orang Bali bukan? Itu I Gede -_-". 
    Ente tau sob? ternyata ide is not a problem. Kalau dulu, ketika berbicara tentang menulis yang ane katakan pasti " Mau nulis apa? nggak ada ide yang mau ditulis ". Padahal ternyata setelah ane mulai menulis untuk yang pertama, kemudian yang kedua, ketiga dan seterusnya ide bukan menjadi permasalahan besarnya. Langkah awal ane yang bikin ane kecanduan menulis adalah dengan menulis kegiatan keseharian. Nah, awalnya ane memang hanya mencoba merinci kembali kegiatan ane selama sehari kemudian konsisten menceritakan kegiatan keseharian lainnya dalam tulisan dan lambat laun ane merasakan kehadiran IDE. 

    Nah, kelihatan kan ide itu bukan sesuatu yang ada begitu saja. Ide itu harus dirangsang biar dia muncul. Jadi, mulailah menulis. Tulislah apapun yang ente pikirin sob! nanti lama kelamaan ide muncul dan lama kelamaan juga kita merasakan pembelajaran secara tidak langsung dari setiap tulisan kita agar kedepannya bisa menulis dengan lebih baik. Dan melalui tulisan juga ane ngerasain nikmatnya berbagi cerita ^^.

    " Mulailah menulis dan rasakan apa yang terjadi dari Menu-list goes to Menu-lis versi kamu sob! "




    Sunday, 15 June 2014

    Menu-list goes to Menu-lis (1)

    Marhaban ya ramadhan...
    Ramadhan ternyata tinggal menghitung hari \(^o^)/
    dan (juga) ternyata hampir satu tahun sudah ane bertahan di blog ini woho....

    Teringat awal mula menulis di blog ini buat ngisi waktu liburan semester 2 yang lalu. Liburan semester plus liburan puasa yang panjang bikin ane lu-manyun dengan beberapa kegiatan yang monoton. Ya, untuk mengisi waktu... terbesit pikiran untuk bikin blog, itu juga gara-gara liat blog uni.Uni ane bisa dikatakan blogger aktif, karena dia punya blog sudah lumayan lama dan isinya juga mendorong *mendorong ane untuk membacanya. Nah, blog uni juga mendorong ane untuk bikin blog ini. 

    Bekal dari mama untuk kuliah :'). Sebagai bekal menulis
     Ane bukan tipe orang yang suka nulis atau membuat karangan. Dulu waktu masih jaman anak sekolahan (*sekarang anak kuliahan bro!) asal di kasih tugas membuat karangan widih alis langsung mengkerut dengernya. Dan itu tugas mengarang bakalan di buat H-3 sampai H-1 deadline. Dan ajaibnya ide untuk menulis juga datangnya di waktu yang mepet tersebut, sampai sekarang juga masih kayak gitu. Aduh, padahal mahasiswa tugasnya nggak jauh-jauh dari yang namanya dunia kepenulisan (*don't try these in your live guys!).

    Selain karena ide tulisan yang masih terbatas, kurangnya percaya diri juga menjadi faktor yang  membuat ane malas menulis. Ane nggak percaya dengan karya tulisan ane. Sampai suatu ketika kalimat sihir datang dari uni. Kalimat yang mampu menyihir ane sehingga percaya diri untuk menulis. Yup, pujian dari uni terhadap karya tulis ane huehe :3 . Emang, yang namanya omongan kakak pasti mampu mempengaruhi adeknya. Kalau omongan ane mampu mempengaruhi adek, nah begitu pula sebaliknya, ane pun mampu terpengaruh oleh omongan uni (*nasib anak yang punya kakak dan adek, ngerasain "manis pahit" jadi kakak dan adek juga).

    Mulailah ane mencoba untuk masuk ke dunia menulis.
    " Writing doesn't need technic nor talent. But consistency. " 
    *bersambung









    Saturday, 7 June 2014

    Simple Way to Memorize The Qur’an

    In this edition, we will give an explanation of SIMPLE WAY TO MEMORIZE THE QUR’AN, which originally written by Sheik Abdul Muhsin Al Qasim, Imam and Preacher of Masjid Nabawi in Medina, Saudi Arabia. We hope that this article will be useful for all muslim, and boost their spirit and enthusiasm to complete their memorization of The Noble Qur’an. Have a nice try!
    الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد ، وعلى آله وصحبه أجمعين
    The following is one method to memorize The Qur’an, which particularly differ than the other methods, in term of the strength of memory, and the short time to memorize. We will explain this method by taking an example from a page of soorah Al Jumu’ah (The Congregation, Friday).
    1. Read the first verse for 20 times.
    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
    2. Read the second verse for 20 times.
    هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
    3. Read the third verse for 20 times.
    وَآَخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
    4. Read the fourth verse for 20 times.
    ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
    5. Read all of the four verses from the beginning until the end for 20 times, in order to strengthen the correlation between those verses.
    6. Read the fifth verse for 20 times.
    مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
    7. Read the sixth times for 20 times.
    قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
    8. Read the seventh verse for 20 times.
    وَلَا يَتَمَنَّوْنَهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ
    9. Read the eighth verse for 20 times.
    قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
    10. Read the fifth until the eighth verse for 20 times to strengthen the correlation between the verses.
    11. Read the first verse until the eighth for 20 times to strengthen the memorization of this page.
    Use this method in memorizing every page of The Qur’an. Do not try to memorize more then one-eighth length of juz (parts) each day, to make it easier to keep the memory.
    How to combine between the addition of memorization and repetition of the previous memory?
    Do not try to memorize The Qur’an without the process of repeating the memorized verses, because if you keep adding your memorization pages after pages until you’ve completed them all, then you expect to recall the memories from the beginning, you’ll find it hard and you’ll find yourself forgetting the previous memories. Hence, the best way to add the memorization is by combining the addition and recalling process.
    Divide The Qur’an into 3 parts, each consists of 10 juz. If you memorize 1 page every day, recall the previous 4 pages (every single day either), until you’ve completed memorizing 10 juz. If so, stop memorizing for a month to recall the memorizations by repeating 8 pages every day.
    After a month of recalling, start to add your memorization, one or two pages every day, depends on your ability to memorize, together with recalling 8 pages a day, every day, until you’ve completed 20 juz. After that, stop adding the memory for 2 months, to recall the 20 juz you’ve memorized. It is supposed to be done by repeating 8 pages every day.
    After 2 months, start to memorize one or two more pages, together with repetition of 8 pages every day until you’ve finished the whole Qur’an.
    If you’ve completed memorizing the whole Qur’an, repeat the first 10 juz for a month, by repeating half of the juz every day. Then repeat the second 10 juz with the similar method as the first ten, together with repetition of 8 pages from the first 10 juz every single day. After that, repeat the last 10 juz for a month, with the similar method as previous juz,  together with repetition of 8 pages from the first 10 juz and 8 pages from the second 10 juz every day
    How to recall/repeat the Whole Qur’an if I have completed the recalling system as mentioned above?
    Start with recalling The Qur’an every day by reciting 2 juz every day. Repeat it for 3 times every day, thus you will be able to finish the whole Qur’an every 2 weeks. By practicing the method for a year-full, inshaa’ Allah, you will have a strong and perfect memorization.
    What should we do after completing the memorization of The Qur’an in a year?
    After a year-full strengthening the memorization of Qur’an and repeating it, use the Qur’an as your daily remembrance until the end of your life, just as The Messenger of Allah -Shallallaahu’alayh wa Sallam (blessing and peace be upon him) used to use it as his daily remembrance. He used to divided the Qur’an into 7 parts, thus he could complete his recitation every 7 days. Aus Ibn Hudaifa -may Allah have mercy on him- said: I asked the Companions of Allah’s Messenger -Shallallaahu’alayh wa Sallam about  how do they divide the Qur’an (for daily remembrance). They said: 3 soorah, 5 soorah, 7 soorah, 9 soorah, 11 soorah, and from the soorah Qaf until the end. (Narrated by Ahmad). Which means that they divided the recitation of The Qur’an as follow:
    - The first day: Reciting soorah ‘Al Fatihah’ until the end of soorah ‘An Nisaa’”
    - The second day: Reciting soorah “Al Maida” until the end of soorah “At Tawba”
    - Third day: Reciting soorah ‘Yunus’ until the end of soorah “An Nahl”
    - The fourth day: Reciting soorah “Al Isra’ until the end of soorah “Al Furqan”
    - The fifth day: Reciting soorah “Ash Shuara” until the end of soorah “Yaasin”
    - The sixth day: Reciting soorah “Ash Shaffat” until the end of soorah “Al Hujurat”
    - The seventh day: Reciting soorah “Qaf” until the end of soorah “An Naas”
    This remembrance of Allah’s Messenger Shallallaahu’alayh wa Sallam was abbreviated by the scholars with  the  saying: فمي بشوق (famii bisyauqi). Where each alphabet of these words represents the initial soorah from the several soorah to be read each day.
    How to differentiate  between the verses that resembles one another in the Qur’an?
    The best way to differentiate 2 verses that look alike, is by referring to the mushaf of Qur’an at the time you find it, to pay attention upon the difference between them, and to mark that difference so that you could remind it, Then, when you recall the recitation, pay attention to the difference you’ve marked before for several times, until you can steadily memorize the resemblance and the difference between those verses.,
    Principles and Confinements In Memorizing The Qur’an
    o It is a must for you to memorize the Qur’an with the help from an ustadz (religious teacher) or a sheikh, to correct your recitation.
    o Try to Memorize 2 pages every day, 1 page memorized after the Fajr prayer, and the other page after the Ashr or Maghrib prayer. By this method, you’ll be able to memorize the whole Qur’an firmly within a year. If you try to add more than that, you’ll memory will be weak due to the numerous verses to recall.
    o Try to memorize from soorah An Naas until soorah Al Baqara, since it will be easier that way. But after you’ve finished memorizing the whole Qur’an, start the repetition from soorah Al Baqara until soorah An Naas.
    o Memorize the whole Qur’an by using one version of mushaf at a time, to help you in strengthening your memory and increasing your speed in remembering the postion of the verses, and the initial and the last part of every page of The Qur’an.
    o Every one who memorize the Qur’an at his or her first 2 years usually easily loose their memory. This phase is termed the collecting phase (Marhalah Tajmi’). Do not be sad for the loss of memory or the mistakes you made, since it is a difficult and full of test- phase. And beware of Satan, since he will use the chance to tempt you to stop memorizing the Qur’an. Neglect that worry and temptation, and keep memorizing the Qur’an, since it is a worthy treasure not all people could have.

    Source: http://www.sahab.net/forums/

    Anak Tata Boga Lulus, Mau Kerja Apa? Ini Dia Peluangnya. (Part 1)

    Sebagian besar orang berpikir bahwa lulusan dari jurusan Tata Boga nantinya akan kerja sebagai koki/ chef/ cook. Tapi tahukah kamu, kalau te...